Senin, 24 Agustus 2015

Review Buku Horor, Rettania : Rahasia Lantai Keempat




Judul Buku – Rahasia Lantai Keempat
Penulis – Rettania
ISBN – 602-220-153-5
Penerbit – Bukune
Tanggal Terbit – April 2015
Harga –
Tebal – 153
   
            Berlatar di sebuah sekolah tua, empat orang siswa mencoba memecahkan misteri yang tersembunyi di sekolah mereka. Mereka adalah Farra, Neil, Nikky, dan Rendy, para siswa yang begitu penasarannya dengan misteri yang belum terpecahkan dan menjadi cerita turun-termurun di sekolah mereka.
            Berawal dari sebuah perpustakaan dimana Farra dan Nikki selalu pergi kesana untuk sekedar membaca dan mencari data informasi bagi Nikki yang tergabung dalam club mading sekolah, sedangkan Fara adalah seorang yang suka membaca. Tanpa disengaja mereka menemukan sebuah buku catatan tua yang penuh misteri. Di dalamnya berisi peta yang bertulikan petunjuk menuju sebuah ruang yang tak terlihat di sekolah tersebut, lantai 4.
            Dari buku petunjuk tersebut, maka Nikki dan Fara mengajak Randy dan Neil untuk menjawab rasa penasaran mereka tentang keberadaan lantai keempat tesebut. Perjalanan pun dimulai. Keanehan demi keanehan terus terjadi selama perjalanan menuju ke tempat yang tak terlihat itu.
            Sejak melihat buku ini yang dipromosikan malalui sebuah akun media social, saya mulai merasa penasaran dengan cerita buku ini. Buku dengan tebal 153 halaman ini membuat pembaca begitu penasaran saat membaca halaman demi halaman. Terbukti saat membaca buku ini saya tidak sabar untuk membaca halaman selanjutnya.
            Buku dengan gambar sampul empat orang anak yang sedang bersiap menaiki anak tangga ini begitu apik disajikan untuk membuat para pembaca penasaran saat melihat sampulnya. Isinya begitu padat dan tidak bertele-tele alias langsung ke pokok permasalahan. Tentu saja bumbu mengenai percintaan remaja menjadi bumbu manis dalam sebuah novel remaja.
            Penasaran ingin juga membacanya. Buruan ke toko-toko buku terdekat ya. Mari budayakan membaca hari ini.
           

Selasa, 07 Juli 2015

Review Buku Inspirasi Sukses, Yo-Seb Ko: Sang Penyelamat Samsung


Judul Buku - Sang Penyelamat Samsung
Penulis – Yo-Seb Ko
ISBN – 978-979-193-370-4
Penerbit – Pustaka Inspira
Tanggal Terbit – 2011
Harga –
Tebal – 267

Siapa yang tidak kenal dengan merek perangkat elektronik ‘SAMSUNG’ yang sudah lama merambah Indonesia. Bagi Anda yang belum tahu SAMSUNG merupakan merek negara mana, maka saya informasikan bahwa SAMSUNG berasal dari Negara Korea. Lalu siapa dibalik perusahaan besar ini?
Buku bersampul biru ini memang tidak mengulas mengenai pendiri pertama perusahaan SAMSUNG. Namun secuil sejarah berdiri hingga menjadi besar seperti sekarang ini tersaji singkat. Dialah Lee Byung-chull sang pendiri SAMSUNG dari ketiadaan menjadi besar seperti sekarang ini. Namun dibalik kesuksesan SAMSUNG hingga sekarang melalui sejarah yang panjang dan melibatkan generasi kepemimpinan setelahnya, setidaknya 2 orang anaknya ikut andil dalam kesuksesan SAMSUNG.

Buku ini lebih menceritakan kesuksesan SAMSUNG saat ini. Kesuksesan perusahaan ini berkat kepemimpinan Lee Kun-hee anak ke-3 dari Lee Byung-chull. Diceritakan dalam buku ini bahwa sebenarnya Lee Byung-chull tidak menaruh banyak harapan kepada Lee Kun-hee untuk memimpin SAMSUNG karena Lee Kun-hee belum terlihat jiwa kepemimpinannya. Lee Kun-hee merupakan seorang yang lebih tertutup.

Kepemimpinan SAMSUNG sebelum Lee Kun-hee merupakan anak sulung Lee Byung-chull, Lee Meng-hee. Namun performa Lee Meng-hee pun tidak bisa dibilang cemerlang dalam memimpin perusahaan.

Buku ini sangat menarik untuk dibaca. Di dalam buku ini Anda akan mendapatkan cerita bagaimana Lee Kun-hee mendapatkan kesuksesannya dalam mengelola SAMSUNG. Ada kata mutiara yang disajikan dalam buku ini yang berbunyi “ Jika ingin menjadi orang sukses maka jalanilah hidup seperti orang sukses”. Dari sini kita mengambil kesimpulan bahwa kesuksesan orang yang sukses karena berkaca dari kesuksesan orang lain yang lebih dahulu sukses.

Sabtu, 20 Juni 2015

Review Novel Sastra, Andrea Hirata: Ayah-Sebuah Novel


Judul Buku-Ayah-Sebuah Novel
Penulis-Andrea Hirata
ISBN-978-602291-102-9
Penerbit-Penerbit Bentang
Tanggal Terbit-Mei 2015
Harga-Rp 74.000
Tebal-396 Halaman
                       
Sabari dibuat gila oleh Istrinya, Lena, anak dari tokeh batu bata itu. Bagaimana tidak, capek-capek Sabari membesarkan anak semata wayangnya, hari itu harus diambil lari oleh Lena sampai ke negeri seberang. Sabari yang berteman dengan Ukun dan Tamat sedikit beruntung, kedua temannya tersebut menaruh iba hingga berniat membantu mencarikan Zorro yang dibawa lari oleh lena. Apakah Ukun dan Tamat akan bertemu dengan Zorro dan Lena? Ataukah harus pulang dengan tangan kosong?

Kabar gembira bagi pecinta novel sastra karya Andrea Hirata. Belum lama ini sosok yang akrab di panggil Pak Cik oleh para penggemarnya meluncurkan novel terbarunya barjudul Ayah-Sebuah Novel. Mungkin beberapa penggemar sedikit terkecoh dengan novel terbarunya. Buku terbaru ini tidaklah menceriktakan sosok Ayah Lintang, tokoh dalam Laskar Pelangi. Melainkan menceritakan sesuatu yang benar-banar baru. Akan tetapi latar tempat tetap di daerah Andrea berasal, Belitong.
Mengorek isi buku ini menjadi sesuatu yang menarik. Dari sampul depan dan belakang buku tampak menarik dan bagus sekali. Rasa sastra yang akan dinikmati dalam isi buku ini tergambar dari sampul halaman buku. Menilik kedalam beberapa lembar halaman berisi tanggapan para tokoh kepenulisan yang berkomentar. Semakin memberi kesan wah buku ini, para tokoh tersebut kebanyakan dari luar negeri dan komentar berbahasa inggris tentunya.
Berbicara mengenai isi, tentu saja yang disajikan adalah karya sastra dari yang empunya buku. Namun sedikit berbeda dari buku-buku Pak Cik sebelumnya, buku baru ini menggunakan bahasa yang imajinatif, jika boleh aku membahasakan. Hal ini karena saat membaca kita akan terbayang dengan film laskar pelangi sehingga dengan membaca buku ini seperti menonton film adaptasi novel Andrea Hirata dengan cerita yang berbeda.
Beberapa bagian cerita yang terdiri lebih dari 50 judul bab begitu menggelitik perut, ceritanya lucu sekali. Kata yang digunakan sangat kaya hingga untuk memahami-bagi yang belum mengerti bahasa melayu-harus didampingi kamus besar bahasa Indonesia, jika diperlukan.
Dibagian belakang beberapa halaman berisi gambar karya-karya buku Andrea Hirata. Beberapa buku yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa asing juga ikut dibubuhkan di bagian halaman terakhir.

Buku ini sangat menghibur sekali. Buku ini juga dapat menjadi referensi untuk bersastra melayu ala Andrea Hirata. Saya jamin Anda tidak akan menyesal menikmati buku ini. Satu kata: belilah yang asli, bukan bajakan.

Review Buku Cerita Remaja, Raditya Dika: Koala Kumal



Judul Buku - Koala Kumal
Penulis - Raditya Dika
ISBN - 978-979-780-769-6
Penerbit - Gagas Media
Tanggal Terbit - 2015
Harga - 
Tebal - 247 Halaman

Raditya Dika, seorang penulis, sutradara, sekaligus stand up comedy baru-baru ini meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Koala Kumal. Pria yang menjadi icon remaja saat ini melanjutkan cerita kesehariannya melalui buku terbarunya.
Buku bersampul warna hijau ini memiliki cerita yang random atau artinya tidak berurutan. Cerita pendek yang terangkum dalam sub judulnya berisi mengenai pengalaman Radit membuat beberapa film-filmnya. 
Sosok Dika dalam serial pendek Malam Minggu Miko ini, di dalam bukunya juga meneritakan bagaimana memunculkan sosok Mas Anca yang berperan sebagai pembantu dalam serial tersebut.
Buku ini mengandung beberapa komedi yang membuat pembaca tertawa. Beberapa bagian cerita dibuat detail untuk menguatkan cerita didalamnya. Belum ada berita apakah buku terbarunya ini akan di filmkan atau tidak.
Kta tentu familiar dengan buku-buku karya Raditya Dika dengan judul yang menggunakan nama-nama hewan. Kita tunggu karya-karya Radit selanjutnya.

Minggu, 14 Juni 2015

Meet and Greet Andrea Hirata




Bertempat di toko buku Togamas Kotabaru, Yogyakarta, 14 Juni 2015 pukul 16.00,   perhelatan Meet and Greet Andrea Hirata berjalan dengan meriah. Acara dibuka dengan penampilan Mbak Meda yang membawakan beberapa buah lagu diiringi oleh Neno dan Dika Chasmala yang bermain biola dan gitar. 

Sang penulis novel Ayah, Andrea Hirata, banyak bercerita mengenai novel barunya. Andrea Hirata menuturkan terlambatnya novel ini terbit lantaran terfokus dengan novel Laskar Pelangi yang akan diterbitkan ke dalam 34 bahasa. Selain itu novel baru ini terinspirasi dari true story bukan berdasarkan true story.

“Saya tidak bisa mengatakan based on true story, tapi inspired by true story”, Ucap Andrea Hirata saat menjawab pertanyaan salah satu peserta.
Andrea Hirata menjawab pertanyaan dari peserta

Di saat-saat akhir acara, penampilan memukau Dendi dan Paula yang merupakan anak didik dari Andrea Hirata yang langsung datang dari Belitong dengan permainan gitarnya. Acara ditutup dengan sebuah lagu dari sound track Laskar Pelangi. 

Acara dilanjutkan dengan sesi tanda tangan buku novel Ayah. Berikut dokumentasi yang berhasil penulis jepret di tempat acara.

Suasana Saat Registrasi Peserta

Performance Meda and Band





Rabu, 03 Juni 2015

1.3

Rumah yang kami tempati cukup besar untuk menampung sebelas orang. Pekarangan yang luas cukup untuk menampung empat buah mobil minibus. Satu buah garasi disebelah kanan jika tampak dari depan dengan pintu terbuat dari kayu yang bisa dilipat kesamping. Bagian dalam rumah terdiri dari sebuah ruang yang cukup luas untuk memuat lima puluh orang jika saja bangku yang ada di sebelah kanan yang terdiri dari empat buah bangku pendek dan satu buah bangku panjang dipindahkan ke bagian luar rumah.
Dua kamar tidur melengkapi rumah ini. Satu kamar tidur terletak diabgian belakang rumah. Jika memandang kebagian luar jendela tampak pekarangan luar rumah yang dibentengi sebuah tembok. Sementara disamping tembok tumbuh semak-semak,kebun singkong dan tanaman pisang milik warga. Satu buah kamar lagi terkunci rapat yang tidak berani kami buka atas penjelasan dari Pak Ponijam. Satu buah kamar mandi tidak memiliki bak tandon air apa lagi mesin pompa yang terhubung kesumur, sehingga kami harus terseok-seok mengambil air dari bak persegi terbuat dari semen dibuat kusus untuk menampung air hujan. Dari dalam bak tampak jelas beberapa ikan lele yang sengaja dimasukkan untuk menghilangkan kutu-kutu air yang muncul. Permukaan air yang jernih memberikan panorama berbeda saat jentik-jentik nyamuk menari-nari kegirangan merayakan kemerdekaan saat sebentar lagi akan menjadi musuh utama manusia kelak, nyamuk.
“Dika, nomor rumahnya 23. Sama kayak nomor unit kita ya.” kata Wika saat melihat bagian pentilasi rumah dari luar.
Entah bagaimana bisa rumah ini memiliki nomor yang sama dengan nomor kelompok kami. Dika yang tidak percaya mencoba untuk keluar dari dalam ruangan melihat apa yang Wika lihat di luar. “Kok bisa pas ya Wik?” tanya Dika heran.
Sementara Wika dan Dika sibuk membersihkan bagian luar rumah, Aku dan Arif kebagian kerja mengambil air didalam bak bagian belakang rumah. Semua orang sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing. Selly dan Dwisty membersihkan kamar bagian belakang. O o dan Bayu membersihkan bagian ruang tamu. Widia dan Lina membersihkan bagian ruang yang berada di depan kamar tertutup itu. 
Bayu mengguyur satu ember air ke lantai ruang tamu. Dengan cekatan dia mulai menyapu lantai yang terbilas oleh air dengan sapu lidi di tangan kanannya. Dia ayunkan sapu itu ke bagian-demi bagian lantai hingga bersih dari debu dan pasir yang menempel.
Diantara kami Bayulah yang paling tinggi. Kepalanya yang botak memberikan kesan seram disertai suara yang lantang khas anak Sumatera. Bayu berasal dari Medan. Diantara kami dia adalah seorang laki-laki yang kami andalkan untuk melakukan apapun. Saat mengangkat barang-barang seperti tikar, galon, tas, dari rumah Lina ke desa, tanpa rasa lelah Bayu memindahkan itu semua ke kendaraan kami. Saat ada keganjilan dirumah ini, kami juga berharap kepada dia.

Senin, 01 Juni 2015

1.2

Sebuah gulungan tikar berdiri di pojokan ruang tamu. Lina membawa tikar dari kontrakannya untuk alas tidur kami. Rumah ini tidak memiliki kasur yang bisa kami gunakan untuk tidur. Jadi kami akali dengan membawa tikar dan bantal seadanya yang kami pinjam semua ke Lina. Butuh waktu dan kerja keras untuk merayu Lina supaya membawa semua perabotan tidurnya untuk kami pakai. Begitulah kami para mahasiswa yang masih ngekos, sementara lina memiliki rumah sendiri dengan perabotan yang lengkap.
Arman mengambil tikar tersebut dan membentangkannya bersama Bayu hingga menutupi separuh dari ruang tamu rumah ini. Sebentar lagi ruangan ini akan ramai dengan kami berkumpul. Malam ini kami akan mengadakan rapat untuk membuat schedule program yang akan kami lakukan di desa ini.
Dari kejauhan aku memandang sebuah kamar yang tertutup sangat rapat. Aku masih teringat dengan kata Pak Ponijam yang mengantarkan kami ke rumah ini. “Mas, Mbak, kamar ini jangan dipakai ya. Biarkan saja ketutup” begitulah kata Pak Ponijam saudara dari pemilik rumah ini yang diamanahkan untuk menjaga rumah. Pak ponijam juga menuturkan bahwa pemilik rumah sedang pergi ke Lampung untuk menjenguk anaknya. Dia pegi sejak tiga bulan yang lalu dan belum tahu kapan pulangnya.
Aku sangat penasaran apa isi dibalik kamar ini. Pikiran ku mulai tidak karuan. Imajinasikupun melayang membayangkan kamar yang dihuni oleh makhluk kasat mata. Pikiran ku menggambarkan tentang sebuah kamar yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun karena ruang tersebut adalah sebuah tempat dimana makhluk-makhluk gaib berada. Mereka akan mengganggu setiap manusia yang menempati rumah tersebut. Hanya ada dua pilihan bagi sang penghuni rumah yaitu pindah dari rumah tersebut atau mati dengan penyebab yang ganjil. Begitulah beberapa film horor yang pernah aku tonton.
Aku sendiri tidak menyukai film horor. Pernah suatu hari temanku mengajak nonton film disebuah bioskop, namanya ihsan. Karena gengsi aku iyakan saja ajakan ihsan. Kami nonton berlima. Aku duduk disamping ihsan sementara dua orang lainnya berada di samping ku dan satu orang berada disamping ihsan. Sampai dengan adegan saat hantu itu mulai mau keluar diiingi dengan suara khas sebuah film horor aku mulai menutup mataku dengan kedua tangan. Bagitu seterusnya disetiap adegan yang sama. Aku hanya menikmati film itu saat adegan dialog dan itu saat siang hari.
Aku melirik jam tangan yang dipakai Andika yang berada di samping ku. Waktu menunjukkan jam setangah tujuh. Rombongan cewek yang sedang uring-uringan di ruangan tepat di depan kamar tertutup itu bergegas ke ruang tamu. Kami akan memulai rapat kecil ini.
Rapat berlangsung lima belas menit. Hanya pembahasan ringan seputar jadwal masing-masing dari kami yang akan melaksanakan program KKN yang sudah dibuat. Rpat juga membahas mengenai program yang bisa dikolaborasi sehingga kami bisa melaksanakan secara bersama dalam satu tempat dan satu waktu.
“Mas Yan, O o, sama Mas Bayu, jam 7.30 ke rumah Mas Pur ya. Dirumahnya ada acara tiga harian orangtuanya yang meninggal kemarin.” Kata Andika memberitahu.
“Oo, orang tuanya ya yang meninggal kemarin!” kata O o.
“Siap pak Bos.” Jawab Bayu bersemangat.

**
Bendera putih tergantung di ujung sebuah bambu yang memancang di atas tanah. Bambu ini berdiri tegak tepat disamping sebuah jalan setapak disamping pos ronda depan sebuah rumah. Ada seseorang yang meninggal hari ini.
“Pak ada yang meninggal ya?” Selly mencoba bertanya kepada Pak Ponijam.
“Iya Mbak, orangtuanya Mas Mul meninggal dunia karena sakit tua. Umurnya sudah 66 tahun.” Jawab Pak Ponijam dengan ramah.
Kami berdiri di samping sebuah pos kamling yang terlihat tidak terawat. Pos kamling itu kotor dan berdebu menandakan lamanya warga tidak memakai pos kamling ini. Dibelakang pos kamling, berdiri sebuah rumah yang tertutup rapat dengan pekarangan yang cukup luas. Rumah Mas Mol tepat beberapa meter di belakang rumah ini.
“Mas, Mbak, ini rumahnya yang akan ditempati nanti.”
 Mendengar Pak Ponijam mangatakan rumah tertutup itu adalah rumah yang akan kami tempati sebagai posko sontak Dwisti kaget. Dwisti menampakkan mukanya yang ketakutan karena rumah ini bersebelahan rumah dengan yang baru meninggal. “Beneran ini Pak posko kami nanti?”,tanya Dwisti yang meragukan perkataan Pak Ponijam. Didalam hati Dwisti mengharapkan kalau Pak Ponijam hanya bercanda saja. “Iya Bener Mbak” Jawab Pak Ponijam menekankan.
Berbeda dengan Dwisti, kami tidak merasakan ketakutan sedikitpun melihat rumah itu. Kami bersyukur mendapatkan rumah dengan pekarangan yang luas dan ada garasi untuk mengamankan kendaraan yang kami bawa. Kami juga sempat berpikir untuk membawa mobil milik Lina. Tapi Bayu mengingatkan jika kami membawa mobil, kami terkesan sebagai anak gedongan sehingga ditakutkan warg akan meminta yang macam-macam. Ini adalah pikiran negatif kami yang banyak mendengar berita dari orang-orang yang sudah pernah melakukan Kuliah kerja Nyata. Sementara kami adalah anak-anak perantauan yang menghabiskan duit orang tua untuk belajar.
Pak Ponijam hanya mengantarkan kami sampai depan rumah. Setelah memberikan kunci rumah, dia langsung berpamitan karena harus menyelesaikan pekerjaannya di kebun. Kami memasuki rumah itu, rumah yang akan menjadi posko kami nantinanti, rumah yang mengawali cerita kami.

Minggu, 31 Mei 2015

1.1

Kami berhenti di sebuah pom bensin yang berdiri di perempatan jalan. Andika yang sedari tadi berkeluh kesah karena bahan bakar motornya yang hampir habis, langsung memasuki area pom bensin menuju salah seorang petugas pengisi bensin. Sementara itu, kami yang bersepuluh berdiri disisi sudut area pom bensin menunggu dengan sabar.
“Masih lama Rif desanya?” Tanya Widya dengan tangan yang sedang mengkondisikan tas punggunya yang tampak berat sehingga kedodoran.
“Sabar, sebentar lagi kita sampai. Tinggal empat kilo lagi ke utara.” Jawab Arif untuk menangkan Widya yang juga tampak kelelahan karena kelamaan duduk di motor.
Kami dalam perjalanan menuju sebuah desa yang terletak di kaki Gunung Merapi. Hanya Arif, Bayu, dan Andika yang beberapa hari lalu sudah mencari letak desa ini. Namanya desa Talun. Desa dimana kami akan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Sejak letusan Gunung Merapi tahun 2010 banyak desa-desa di kaki Gunung Merapi lulu lantak diterjang awan panas yang meluncur dari puncak gunung. Warga di kaki gunung sering menyebutnya Wedus Gembel. Selain menghancurkan desa, peristiwa ini juga merenggut nyawa beberapa warga yang masih tinggal dirumah saat luncuran awan panas mengalir dari atas gunung ke pemukiman warga. Peristiwa ini juga mengakhiri hidup seorang juru kunci merapi yang setia, Mbah Marijan.
Kami membayangkan desa yang akan kami tempati nanti adalah desa yang ikut terkena dampak awan panas letusan Gunung Merapi. Banyak rumah-rumah yang hancur berantakan dan pohon-pohon yang tampak sekarat sehingga tampak batang dan ranting-ranting saja tanpa dedaunan.
Kami tergabung dalam unit Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kampus. Dampak merapi yang belum pulih total memerlukan uluran tangan total dari segala elemen, termasuk kampus kami. KKN yang kami ikuti saat ini memiliki misi untuk mengembalikan perekonomian desa terdampak dan melakukan pendampingan kepada warga desa yang menjadi korban. KKN kali ini bernama KKN Peduli Merapi.
Kami melanjutkan perjalanan menuju utara atau lebih tepatnya menuju arah Gunung Merapi yang berdiri kokoh di bumi Indonesia. Kiri dan kanan jalan tampak pemandangan hamparan sawah yang cukup luas dan beberapa blok tanah yang ditanami dengan tembakau. Tampaknya daerah ini tidak tekena dampak letusan secara langsung. Meskipun begitu daerah ini juga terkena dampak perekonomian karena sayuran yang tumbuh dikaki gunung habis terpanggang oleh abu vulkanik gunung.
Kami mengikuti Arif yang berada di paling depan rombongan. Baru satu minggu yang lalu aku mengenal Arif dalam pertemuan unit. Dari semua laki-laki di unit kami, Arif yang paling pendek. Sebenarnya tidak hanya Arif, Selly memiliki tinggi yang sama dengan Arif. Walaupun begitu mereka berdua berbeda jenis kelamin. Arif tampak lucu mengendarai motor Suzuki Satria F yang memboncengi Oo yang tampak lebih tinggi darinya.
Dalam pertemuan unit, masing-masing kami saling mengenalkan diri masing-masing. Kelompok kami berjumlah sebelas orang, terdiri dari 6 orang laki-laki dan lima orang perempuan. Kelompok KKN kali ini lebih banyak dari yang biasanya hanya delapan orang. 
Dalam pertemuan itu juga kami memilih ketua unit. Dalam sebuah kelompok harus memiliki ketua yang mengatur dan menjadi mandataris sebuah kelompok. Bahkan ketua kelompok juga bisa menjadi benteng atas kesalahan anak buahnya. Ketua kelompok kami bernama Andika. Laki-laki berperawakan sedang dan berkulit putih dengan bahasa Jawa yang medok kami pilih secara demokrasi. Andika juga memenuhi kriteria yang sangat diperlukan untuk mengahadapi warga desa yang kesehariannya berbahasa Jawa. Kriteria komunikasi yang baik dengan menggunakan bahasa jawa yang halus.
Kami melewati jalan aspal yang mulai terkelupas hingga tampak bongkahan batu yang membuat orang melintasinya harus berhati-hati. Daerah ini berbeda dengan daerah yang kami lalui sebelumnya yang tampak terang dengan hamparan sawah yang menyejukkan mata. Saat ini kami melewati daerah yang ditumbuhi oleh bambu-bambu yang menjulur keatas. Kami tetap melewati jalan yang berlubang ini hingga beberapa ratus meter kemudian.
Aku teringat dengan kejadian yang menimpaku saat melewati serumpun bamboo yang berdiri disamping jalan dekat rumahku. Saat itu aku sedang berjalan berdua dengan seorang teman. Tiba-tiba saja bulu kudukku berdiri sehingga secepat kilat aku berlari sekencang-kencangnya meninggalkan temanku dibelakang.
Di depan ku tampak Lina dan Widya yang berboncengan terlihat kesulitan melewati jalan ini. Sesekali ban sepeda motor yang dikendarai Lina masuk ke beberapa lubang jalan hingga hampir terjatuh.
“Dik, masih jauh ya balai desanya?” Tanya Lina yang tidak sabar untuk segera sampai di tujuan akhir kami, Balai Desa Talun.
“lima menit lagi kita sampai. Kelompok lain sudah berangkat Mas Yan.” Tanya Dika kepadaku.
“Kayaknya sudah beberapa kelompok Dik yang datang.” Jawabku.
Ada lima unit kelompok KKN yang ditempatkan di desa Talun. Mereka adalah unit KKN 20 sampai dengan Unit KKN 25. Aku dan kesepuluh rekan kelompokku tergabung dalam kelompok KKN Unit 23. Penempatan lima kelompok dalam satu desa menandakan bahwa desa ini cukup luas.
Beberapa menit kemudian kami tiba di balai desa. Dari dalam bangunan sederhana itu terdengar suara pembawa acara yang tengah mengkondisikan warga agar duduk di kursi yang sudah disiapkan. Kami memasuki ruangan dan duduk di bangku yang sudah disiapkan sedemikan rupa untuk kami. Penduduk disini sangat ramah dalam menyambut tamu. Tampak sekali raut wajah ceria saat acara peresmian KKN berlangsung. Acara ini berlangsung dengan hikmat dengan dibukanya kegiatan KKN di desa talun oleh Pak X dan dihadiri oleh beberapa perangkat desa dan ketua Pemuda setempat.

Rabu, 27 Mei 2015

Review Buku Inspirasi Berpolitik, Riswandi: Berani beda & Istimewa - Inspirasi Segar Ala Jokowi, Risma, dan Ahok

Judul Buku - Berani beda & Istimewa - Inspirasi Segar Ala Jokowi, Risma, dan Ahok
Penulis - Riswandi
ISBN - 978-602-7902-38-1
Penerbit - Kamea Pustaka
Tanggal Terbit - April 2014
Harga -
Tebal - 208 Halaman

Siapa yang tidak kenal sekarang ini dengan 3 sosok, Risma, Jokowi, dan Ahok. Risma adalah seorang walikota Surabaya, Jokowi adalah seorang gubernur Jakarta yang sekarang sudah menjadi Presiden Indonesia, dan Ahok adalah wakil gubernur Jakarta yang sekarang sudah menjadi Gubernur Jakarta menggantikan Jokowi.

Dalam buku ini Riswandi selaku Penulis cukup mengagumi ketiga tokoh ini. Memang mereka saat ini seperti menjadi tokoh panutan yang patut dicontoh. Dalam buku setebal 208 halaman ini penulis memaparkan beberapa program kerja mereka selaku pengelola sebuah wilayah negara yang berhasil dikerjakan.

Buku berwarna kuning ini memiliki bahasa yang mudah dimengerti dan dicerna bagi pembacanya. Cerita kehidupan dari ketiga tokoh ini digambarkan cukup jelas dan dapat menjadi pembelajaran bagi pembaca. Menurut saya buku ini sangat cocok dibaca untuk saat mengisi waktu luang Anda.

Review Buku Horor, Risa Saraswati: Gerbang Dialog Danur




Judul Buku - Gerbang Dialog Danur
Penulis - Risa Saraswati
ISBN - 602-220-150-0
Penerbit - Bukune
Tanggal Terbit - April 2015
Harga - Rp 50.000
Tebal - 223 Halaman

Secara garis besar buku ini menceritakan tentang hubungan antara Risa dan hantu-hantu yang berada disekitarnya. Ya, para hantu-hantu yang bisa ia lihat sejak kecil. Bagi Risa kemampuan ini awalnya menjadi hal yang menakutkan, namun seiring waktu kemampuan ini menuntunnya untuk berteman dengan beberapa hantu-hantu anak kecil Belanda yang tinggal dirumah neneknya.

Selain menjadi kakak bagi hantu-hantu kecil di rumahnya, Risa juga menjadi tempat berkeluh kesah bagi hantu-hantu lainnya yang bertemu dengannya di berbagai tempat berbeda. Banyak hal yang diutarakan oleh para hantu mengenai hal kematian sampai keinginan untuk bertemu dengan orang yang dicintai.

Risa Saraswati dengan sangat apik menceritakan sebuah cerita horor namun mengandung makna pembelajaran bagi yang masih hidup. Dari segi penulisan dia menyampaikan dengan lugas dan tidak bertele-tele. Beberapa kalimat menjadi nasehat bagi para pembaca buku ini.

Buku setebal 223 halaman ini menurut saya sangat cocok sekali untuk dibaca. Buku ini tidak begitu terlalu menakutkan untuk dibaca melainkan menjadi pembelajaran bagi manusia hidup dari manusia yang sudah mati.



Jumat, 01 Mei 2015

Review Buku Penggugah Semangat, Billy Boen: Young on Top (35 Kunci Sukses di Usia Muda)


Judul buku - Young on Top (35 Kunci Sukses di Usia Muda)
Penulis - Billy Boen
ISBN - 978-602-8864-67-1
Penerbit - Penerbit B First
Tanggal Terbit - 
Harga -
Tebal - 208 halaman

Mungkin masih banyak yang belum tahu penulis buku, motivator, dan sekaligus pendiri young on Top Indonesia, dialah Billy Boen. Melalui bukunya Young on Top, Billy mencoba membuka wawasan pembaca untuk mencoba memahami dan menerapkan 35 kunci sukses di usia muda.

Menurut saya buku yang telah beberapa kali naik cetak ini baik sekali untuk Anda baca. Untuk Anda yang masih tergolong muda, sehingga disebut pemuda atau pemudi, Billy mencoba menerapkan kata-kata maupun kalimat-kalimat yang memotivasi untuk Anda para pembaca muda. Beberapa contoh dan cerita yang disajikan dapat membuka pikiran kita terhadap sesuatu hal yang penting.

Salah satu cerita yang disajikan dalam buku ini adalah bagaimana Billy mengubah hidupnya untuk lebih sehat setelah mendapat saran dari seorang temannya. Hingga ia pun merubah pola hidupnya untuk lebih sehat dengan berolahraga. Sepertinya olahraga jogging menjadi hobi beliau saat ini.


Buku setebal 208 halaman dan identik dengan warna kuning ini dapat Anda miliki di toko buku di kota Anda. Sekalian saja jika Anda berminat mengikuti program young on Top yang beliau dirikan beberapa tahun lalu, kunjungi situsnya di www.youngontop.com. Selamat membaca

Rabu, 01 April 2015

Review Buku Penggugah Semangat, Yusron Pora: Indahnya Kegagalan

Judul Buku - Indahnya Kegagalan
Penulis - Yusron Pora
ISBN - 978-979-18388-1-8
Penerbit - Interprebook
Tanggal Terbit - November 2008
Harga - -
Tebal - 171 halaman

Bagaimana perasaan Anda jika mengalami kegagalan? Terus apa yang akan Anda lakukan setelah mengalami kegagalan tersebut?. Apakah Anda merasa sedih dan mengakhiri upaya Anda atau Anda menganggap kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda hingga Anda terus bersemangat untuk meraihnya.

Buku ini akan mengubah cara pandang kita terhadap kegagalan. Kita akan di bawa untuk memahami arti dari kegagalan itu sendiri. Buku setebal 171 halaman ini mencontohkan beberapa orang yang pernah gagal namun dengan mengubah cara pandangnya hingga menjadi orang yang besar seperti Abraham Lincoln dan Beethoven.

Menurut saya buku ini sangat asyik dan enak di baca. Gaya bahasanya yang mudah dimengerti dan disertai dengan beberapa contoh yang nyata, sehingga kita akan berpendapat kita pun bisa menghadapi kegagalan yang kita alamai.

Dari beberapa kata mutiara dalam buku ini saya ingin mengambil satu kata mutiara dari Hamka yang berbunyi “Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagallah orang-orang yang tidak pernah melangkah”.




Rabu, 25 Maret 2015

Review Buku IT Entrepreneur, Johan Hasan & Trianggono Wiradinata: The Greatest IT Entrepreneurs

Judul Buku - The Greatest IT Entrepreneurs
Penulis - Johan Hasan & Trianggono Wiradinata
ISBN - 979-3695-61-7
Penerbit - Universitas Ciputra
Tanggal Terbit - Juli 2006
Harga -
Tebal - 108 halaman

Siapa yang tidak mengenal Bill Gates dengan Perusahaan Besar Microsoftnya. Siapa yang tidak kenal dengan Steve Jobs, CEO dari perusahaan besar Apple. Siapa tidak mengenal Google, situs pencarian terpopuler digunakan masa kini. Siapa juga yang tidak mengenal Linux, sistem operasi open source yang terus berkembang hingga saat ini.
Buku kecil seukuran kantong celana ini akan membuat pikiran Anda terbuka dengan membaca 10 orang sukses yang berwirausaha dalam bidang IT (Infrmation Technology). Penulis mengulas secara apik dan dengan kata-kata yang memotivasi sehingga buku menjadi menarik untuk dibaca dan dihayati.
10 orang terpilih dalam buku ini dapat menjadi inspirasi bagi siapa saja yang membacanya termasuk Anda yang sedang membutuhkan motivasi dalam berwirausaha di bidang IT. Pahit masnis tokoh dalam buku ini merintis usahanya tertulis dengan menarik sehingga dapat memotivasi diri kita.
Dengan ukurannya yang kecil buku ini bisa Anda kantongi dalam saku celana. Halamannya pun tidak terlalu banyak, hanya 108 halaman saja. Namun, isi yang terkandung didalamnya tidak akan ternilai harganya. Pilihan kata dan kalimat yang menarik, buku ini wajib menjadi pegangan Anda.


Selasa, 24 Maret 2015

Review Buku Penggugah Semangat, Boye de Mente : 42 Rahasia Hidup Bahagia Ala Samurai


Judul Buku - 42 Rahasia Hidup Bahagia Ala Samurai
Penulis - Boye de Mente
ISBN - 979-963-827-5
Penerbit - Think Jogjakarta
Tanggal Terbit - Juli 2009
Harga -
Tebal - 178 halaman

Negara Jepang dibalik kesuksesannya menjadi negara maju terdapat sejarah panjang yang melatarbelakanginya. Kisah para samurai Jepang yang melegenda mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat Jepang Modern.

Dalam buku ini dijelaskan secara gamblang perilaku dan kehidupan Samurai pada zaman dahulu. Dalam buku ini menceritakan sosok tokoh Samurai yang disegani dan ditakuti oleh para samurai lainnya. Miyamoto Musashi sosok Samurai hebat dan terlahir dengan bakat pemain pedang yang luar biasa mempengaruhi kehidupan masyarakat Jepang dan menjadi inspirasi beberapa penulis dan pekerja seni untuk mengangkat kisahnya.

Buku setebal 178 halaman dan bersampul merah ini memberikan motivasi saat membacanya. Semua judul sub bab yang menjadi poin bagi pembaca sebagai pedoman hidup didasarkan atas cerita Musashi sang legenda samurai Jepang. Menurut penulis buku ini isinya merupakan instisari dari buku The Book of Five Rings.

Sabtu, 21 Maret 2015

Review Buku Cerita Islami, Habiburahman El Shirazy : Ketika Cinta Berbuah Surga, Kisah-Kisah Pembangun Jiwa

Judul Buku - Ketika Cinta Berbuah Surga, Kisah-Kisah               Pembangun Jiwa
Penulis - Habiburahman El Shirazy
ISBN - 978-602-14872-2-8
Penerbit - Basmala Publishing
Tanggal Terbit - 2014
Harga - 
Tebal - 184 halaman

   Siapa yang tidak kenal dengan penulis buku-buku islamni yang satu ini.Ya, dialah Habiburahman El Shirazy seorang penulis buku best seller. Orang yang dikenal dengan sapaan Kang Abik“, kali ini mengetengahkan sebuah buku islami pembangun jiwa.
   Cerita-cerita yang diangkat dalam buku ini berasal dari hadis-hadis yang dikombinsikan dengan teknik berceritanya Kang Abik. Buku setebal 184 halaman ini membuat rasa keimanan kita kembali meningkat. Selain itu, dengan membaca buku ini membuat kita berpikir bahwa dunia itu bukanlah segalanya, melainkan akhiratlah tujuan akhir kita.
  Kang Abik sepertinya memang memilih cerita-cerita yang tidak banyak orang ketahui dan bicarakan. Maklum saja tidak banyak orang yang membaca hadis dan cerita yang terkandung didalamnya. Namun, Kang Abik sepertinya ingin berbagi ilmunya dengan menceritakan cerita-cerita islami dan tejadi pada zaman Nabi Muhammad SAW.
   Setiap cerita disajikan sebanyak 3 sampai 4 halaman saja, setelah itu beralih kecerita yang berbeda. Setiap cerita memiliki makna yang terkandung. Jika Anda ingin memperkaya cerita islami serta maningkatkan keimanan cobalah baca buku ini. Insya Allah dengan niat yang baik, buku ini memberikan apa yang Anda niatkan.